KOMPUTER

KOMPUTER

Bilangan Biner


Sistem bilangan biner:

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

Bilangan desimal yang dinyatakan sebagai bilangan biner akan berbentuk sebagai berikut:
Desimal Biner (8 bit)
0 0000 0000
1 0000 0001
2 0000 0010
3 0000 0011
4 0000 0100
5 0000 0101
6 0000 0110
7 0000 0111
8 0000 1000
9 0000 1001
10 0000 1010
11 0000 1011
12 0000 1100
13 0000 1101
14 0000 1110
15 0000 1111
16 0001 0000

20=1

21=2

22=4

23=8

24=16

25=32

26=64

dst

contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner desimal = 10.

berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut

10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).

dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010

dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (0 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010

atau dengan cara yang singkat 10:2=5(0),5:2=2(1),2:2=1(0),1:2=0(1)sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010
Format bilangan komputer

Didalam dunia komputer kita mengenal empat jenis bilangan, yaitu bilang biner, oktal, desimal dan hexadesimal. Bilangan biner atau binary digit (bit) adalah bilangan yang terdiri dari 1 dan 0. Bilangan oktal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6 dan 7. Sedangkan bilangan desimal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. Dan bilangan hexadesimal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F.
Biner Oktal Desimal Hexadesimal
0000 0 0 0
0001 1 1 1
0010 2 2 2
0011 3 3 3
0100 4 4 4
0101 5 5 5
0110 6 6 6
0111 7 7 7
1000 10 8 8
1001 11 9 9
1010 12 10 A
1011 13 11 B
1100 14 12 C
1101 15 13 D
1110 16 14 E
1111 17 15 F

Konversi Antar Basis Bilangan

Sudah dikenal, dalam bahasa komputer terdapat empat basis bilangan. Keempat bilangan itu adalah biner, oktal, desimal dan hexadesimal. Keempat bilangan itu saling berkaitan satu sama lain. Rumus atau cara mencarinya cukup mudah untuk dipelajari. Konversi dari desimal ke non-desimal, hanya mencari sisa pembagiannya saja. Dan konversi dari non-desimal ke desimal adalah: 1. Mengalikan bilangan dengan angka basis bilangannya. 2. Setiap angka yang bernilai satuan, dihitung dengan pangkat NOL (0). Digit puluhan, dengan pangkat SATU (1), begitu pula dengan digit ratusan, ribuan, dan seterusnya. Nilai pangkat selalu bertambah satu point.
Konversi Desimal ke Biner

Konversi dari bilangan desimal ke biner, dengan cara pembagian, dan hasil dari pembagian itulah yang menjadi nilai akhirnya. Contoh: 10 (10) = …… (2) Solusi: 10 dibagi 2 = 5, sisa = 0. 5 dibagi 2 = 2, sisa = 1. 2 dibagi 2 = 1, sisa = 0. Cara membacanya dimulai dari hasil akhir, menuju ke atas, 1010.
Konversi Biner ke Oktal

Metode konversinya hampir sama. Cuma, karena pengelompokkannya berdasarkan 3 bit saja, maka hasilnya adalah: 1010 (2) = …… (8) Solusi: Ambil tiga digit terbelakang dahulu. 010(2) = 2(8) Sedangkan sisa satu digit terakhir, tetap bernilai 1. Hasil akhirnya adalah: 12.
Konversi Biner ke Hexadesimal

Metode konversinya hampir sama dengan Biner ke Oktal. Namun pengelompokkannya sejumlah 4 bit. Empat kelompok bit paling kanan adalah posisi satuan, empat bit kedua dari kanan adalah puluhan, dan seterusnya. Contoh: 11100011(2) = …… (16) Solusi: kelompok bit paling kanan: 0011 = 3 kelompok bit berikutnya: 1110 = E Hasil konversinya adalah: E3(16)
Konversi Biner ke Desimal

Cara atau metode ini sedikit berbeda. Contoh: 10110(2) = ……(10) diuraikan menjadi: (1×24)+(0×23)+(1×22)+(1×21)+(0×20) = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22 Angka 2 dalam perkalian adalah basis biner-nya. Sedangkan pangkat yang berurut, menandakan pangkat 0 adalah satuan, angkat 1 adalah puluhan, dan seterusnya.
Konversi Oktal ke Biner

Sebenarnya, untuk konversi basis ini, haruslah sedikit menghafal tabel konversi utama yang berada di halaman atas. Namun dapat dipelajari dengan mudah. Dan ambillah tiga biner saja. Contoh: 523(8) = …… (2) Solusi: Dengan melihat tabel utama, didapat hasilnya adalah: 3 = 011 2 = 010 5 = 101 Pengurutan bilangan masih berdasarkan posisi satuan, puluhan dan ratusan. Hasil: 101010011(2)
Konversi Hexadesimal ke Biner

Metode dan caranya hampir serupa dengan konversi Oktal ke Biner. Hanya pengelompokkannya sebanyak empat bit. Seperti pada tabel utama. Contoh: 2A(16) = ……(2) Solusi: A = 1010, 2 = 0010 Hasil: 101010(2). Dengan catatan, angka “0″ paling depan tidak usah ditulis.
Konversi Desimal ke Hexadesimal

Ada cara dan metodenya, namun bagi sebagian orang masih terbilang membingungkan. Cara termudah adalah, konversikan dahulu dari desimal ke biner, lalu konversikan dari biner ke hexadesimal. Contoh: 75(10) = ……(16) Solusi: 75 dibagi 16 = 4 sisa 11 (11 = B). Dan hasil konversinya: 4B(16)
Konversi Hexadesimal ke Desimal

Caranya hampir sama seperti konversi dari biner ke desimal. Namun, bilangan basisnya adalah 16. Contoh: 4B(16) = ……(10) Solusi: Dengan patokan pada tabel utama, B dapat ditulis dengan nilai “11“. (4×161)+(11×160) = 64 + 11 = 75(10)
Konversi Desimal ke Oktal

Caranya hampir sama dengan konversi desimal ke hexadesimal. Contoh: 25(10) = ……(8) Solusi: 25 dibagi 8 = 3 sisa 1. Hasilnya dapat ditulis: 31(8)
Konversi Oktal ke Desimal

Metodenya hampir sama dengan konversi hexadesimal ke desimal. Dapat diikuti dengan contoh di bawah ini: 31(8) = ……(10) Solusi: (3×81)+(1×80) = 24 + 1 = 25(10)
SISTEM BILANGAN BINER

Sistem bilangan biner merupakan sistem bilangan dengan basis 2. Sistem bilangan biner menggunakan dua buah simbol yaitu : 0 dan 1. Contoh bilangan biner adalah 1001 yang dapat diartikan dalam sistem bilangan desimal menjadi sebagai berikut :

Position value dalam sistem bilangan biner merupakan perpangkatan dari nilai 2.

Nilai desimal dari sistem bilangan biner juga dapat dicari menggunakan rumus dibawah ini.

Contoh :

Pertambahan Bilangan BINER

Pertambahan pada sistem bilangan biner dilakukan dengan cara yang sama dengan pertambahan pada sistem bilangan desimal. Dasar dari pertambahan sistem bilangan biner dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Contoh pertambahan bilangan BINER :

Pengurangan Bilangan BINER

Pengurangan pada sistem bilangan BINER dilakukan dengan cara yang sama dengan pengurangan sistem bilangan desimal. Dasar dari pengurangan sistem bilangan BINER dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Contoh pengurangan bilangan biner:
Pengurangan bilangan biner juga dapat dilakukan dengan menggunakan Komplemen. Terdapat dua macam komplemen pada sistem bilangan biner yaitu : Komplemen 1 (1s complement) dan Komplemen 2 (2s complement).
Contoh pengurangan bilangan biner menggunakan komplemen 1 :

Komplemen 1 pada sistem bilangan biner dilakukan dengan mengurangkan setiap bit dengan nilai 1, atau dengan cara mengubah setiap bit 0 menjadi 1 dan setiap bit 1 menjadi 0. Dengan komplemen 1, hasil digit paling kiri dipindahkan untuk ditambahkan pada bit paling kanan.
Contoh pengurangan bilangan biner menggunakan komplemen 2 :

Komplemen 2 adalah hasil dari komplemen 1 ditambah 1, misalnya komplemen 2 dari bilangan BINER 10110 adalah 01010 (dari komplemen 1 yaitu 01001 ditambah 1). Dengan menggunakan komplemen 2, hasil digit paling kanan dibuang, tidak digunakan.


Perkalian Bilangan BINER

Perkalian bilangan biner dilakukan dengan cara yang sama dengan perkalian pada sistem bilangan desimal. Dasar perkalian untuk masing-masing digit bilangan biner dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Contoh perkalian bilangan BINER :

Perhatikan, ada dua keadaan dalam perkalian bilangan biner, jika pengali adalah bilangan 1 maka cukup disalin saja, jika pengali adalah bilangan 0 maka hasilnya semuanya 0.

Pembagian Bilangan Biner

Pembagian bilangan biner juga dilakukan dengan cara yang sama dengan pembagian bilangan desimal. Pembagian dengan 0 tidak mempunyai arti, sehingga dasar untuk pembagian menjadi seperti dibawah ini.

 HTML(Hyper Text Markup Language)


Sebelum kita membahas tentang apa itu HTML dan bagaimana ia dapat membentuk tampilan web page di layar monitor komputer kita, ada baiknya kita perjelas dulu apa yang sering kita jumpai dan gunakan tapi belum tahu maksud bahkan namanya sampai saat ini .
Internet adalah singkatan dari INTERnational NETworking. Maksudnya adalah komputer-komputer yang ada diseluruh dunia, baik yang berada di rumah, kantor, bahkan yang bergerak alias mobile seperti notebook dan gadget kita kemudian dihubungkan menjadi satu melalui media kabel atau non kabel sehingga mereka dapat saling berkomunikasi. Nah…hubungan itulah yang disebut dengan internet dan jasa yang menyediakan hubungan tersebut dikenal dengan Internet Service Provider (ISP). So..perusahaan-perusahaan yang sering kita dengar namanya dan membantu kita menghubungkan komputer kita dengan internet seperti Telkom, Lintas Arta, Wasantara, Telkomsel, Xl, Indosat, Axis dll itu dapat disebut sebagai ISP.
Salah satu aktivitas yang anda lakukan saat terhubung dengan internet dan ini sudah sangat lazim yaitu membuka halaman website. Website adalah informasi yang ditampilkan dalam bentuk halaman dan umumnya diakses melalui internet. Mengapa umumnnya melalui internet? Karena adakalanya kita bisa membuka halaman website tanpa harus terkoneksi dengan internet, yang sering disebut mode offline. Namun syaratnya file website sudah berada di komputer kita. Namun jika belum ada, maka kita harus membukanya melalui internet dengan mengetikan alamat yang sering kita kenal dengan URL.
Apa itu URL? Anda hampir selalu mengetikan alamat yang biasa diawali dengan http://www.bla..bla...bla.. untuk membuka sebuah website yang anda maksud. Nah..itulah yang disebut sebagai URL, singkatan dari Uniform Resource Locator. Yaitu identitas dari website yang mewakili alamat sebenarnya berupa angka-angka (Internet Protocol) contohnya kalau kita ingin membuka website mesin pencari Google, maka kita ketikan URLnya http://www.google.com. URL tersebut mewakili Internet protocol (IP) http://64.233.181.104.
Kemudian dengan software apakah kita dapat membuka halaman website tersebut? Kalau kita membuat dokumen naskah, kita biasa menggunakan Ms. Word atau sejenisnya, kalau spreadsheet kita gunakan Ms. Excell atau sejenisnya. Nah kalau halaman website, kita dapat menggunakan Ms. Internet Explorer, Mozila Firefox, Safari, Google Chrome dll. Nah..software yang digunakan untuk membuka halaman website itulah yang disebut dengan browser.

HTML
HTML digunakan untuk membangun suatu halaman web. Sekalipun banyak orang menyebutnya sebagai suatu bahasa pemrograman, HTML sama sekali bukan bahasa pemrograman, tapi merupakan bahasa markup (penandaan), terhadap sebuah dokumen teks.
Simbol markup yang digunakan oleh HTML ditandai dengan tanda lebih kecil ( < ) dan tanda lebih besar ( > ) , dan disebut tag.




STRUKTUR DASAR HTML
Sebuah file HTML merupakan file teks biasa yang mengandung tag-tag HTML. Karena merupakan file teks, maka HTML dapat dibuat dengan menggunakan teks editor yang sederhana, misalnya Notepad. Dapat juga menggunakan HTML editor yang bersifat Visual, misalnya Frontpage, Dreamwaver, Namo.
Untuk menandai bahwa sebuah file teks merupakan file HTML, maka ciri yang paling nampak jelas adalah ekstensi filenya, yaitu .htm atau .html.
Struktur Dasar
<HTML>
<HEAD>
………………………………
</HEAD>
<BODY>
…………………………………
</BODY>
</HTML>

Contoh :
Gunakanlah teks editor (notepad), tuliskan tag kode dibawah ini :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Web Sederhana </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Ini halaman web pertama saya
</BODY>
</HTML>

Simpan dengan nama coba.htm, pada bagian save as type ubah menjadi all files. Setelah
disimpan, buka browser, klik File > Open > browse (cari file coba.htm) > Open


BAGIAN HEAD
Bagian Head sebenarnya tidak harus ada pada dokumen HTML, tetapi pemakaian head yang benar akan meningkatkan kegunaan suatu dokumen HTML. Isi bagian head – kecuali judul dokumen – tidak akan terlihat oleh pembaca dokumen tersebut.
Elemen-elemen pada bagian head akan mengerjakan tugas-tugas sebagai berikut :
  • Menyediakan judul dokumen
  • Menjembatani hubungan antar dokumen
  • Memberitahu browser untuk membuat form pencarian
  • Menyediakan metode untuk mengirim pesan ke tipe browser

Elemen yang mungkin terdapat pada bagian head :
  • Tag <TITLE>, digunakan untuk memberi judul dokumen.
Penggunaannya adalah sebagai berikut :
<TITLE> Judul </TITLE>
  • Tag <META>, digunakan untuk mendefinisikan informasi-informasi di luar HTML. Informasi meta dapat digunakan oleh browser untuk menjalankan suatu aktivitas yang belum didukung oleh HTML.

Tag <META> mempunyai atribut :



Untuk lebih memperjelas penggunaan atribut tag <META> perhatikan contoh berikut ini :

<META HTTP-EQUIV=”refresh” CONTENT=”60” URL=”www.alamat.com”>

Perintah diatas akan diterjemahkan oleh browser sebagai “tunggu 60 detik, kemudian panggil dokumen baru pada www.alamat.com”. Jika atribut URL tidak disertakan, maka halaman itu sendiri yang akan dipanggil, jadi setara dengan mengklik tombol Refresh/Reload pada browser.

Penggunaan elemen <META> yang paling populer adalah penggunaan properti Keyword dan Description. Kedua properti ini sangat berguna untuk membantu kerja search engine. Biasanya search engine akan menggunakan teks yang disebutkan pada properti Keyword untuk mengindeks dokumen dan menggunakan teks yang terdapat pada properti Description untuk mendeskripsikan indeks tersebut.
Contoh :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Website Resmi Organisasi Koe </TITLE>
<META NAME=”Keywords” CONTENT=”organisasi, komputer, techno”>
<META NAME=”Description” CONTENT=”aktivitas anak muda IT”>
</HEAD>
BAGIAN BODY
Bagian BODY merupakan isi dari dokumen HTML. Semua informasi yang akan ditampilkan, mulai dari teks, gambar, sound, dan lain-lain, akan ditempatkan di bagian ini. Seperti telah disebutkan di atas, bagian BODY diawali oleh tag <BODY> dan ditutup </BODY>
Atributnya :
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Penggunaan BODY </TITLE>
</HEAD>
<BODY BGCOLOR=”#c0c0c0” TEXT=”Blue” ALINK=#000000 VLINK=#FF0000 LINK=”Green”>
ini adalah contoh penggunaan body
ini adalah sebuah <A HREF=””> link </A>
</BODY>
</HTML>

Tabel Warna :
FORMAT DOKUMEN
Dalam HTML terdapat beberapa tag yang dapat digunakan untuk memformat dokumen. Tag-tag tersebut diantaranya adalah :
  • Tag <BR>, membuat baris baru
  • Tag <P>, memulai paragaraf baru
  • Tag <HR>, membuat garis batas horizontal
  • Tag <CENTER>, Teks rata tengah

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Web Pertamakoe </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<Center>
Teks ini rata tengah
</Center>
</BODY>
</HTML>


  • Tag <UL> dan <OL>
Suatu cara pemformatan lain yang akan sangat banyak berguna adalah LIST (daftar). Ada dua macam daftar, yaitu ORDERED lists (OL) dan UNORDERED lists (UL).

Ini adalah ordered list
1. Puntadewa
2. Bima
3. Arjuna
4. Nakula


Ini adalah unordered list
· merah
· biru
· lama
· baru
·

Format terhadap karakter yang ditampilkan akan sangat berguna untuk membuat sebuah dokumen HTML yang menarik.Pemformatan karakter tersebut mencakup beberapa hal :
· Logical Format
· Physical Format
· Tag <BLOCKQUOTE>
· Tag <FONT>
· Karakter Khusus

Logical Format
Logical format akan menerapkan layout dokumen secara logis dan terstruktur. Tag-tag yang termasuk logical format adalah sebagai berikut :
<CITE>, digunakan untuk menandai suatu kutipan (Citation).
<CODE>, digunakan untuk menampilkan kode-kode pemrograman, misalnya bahasa C.
<EM>, digunakan untuk menandai suatu teks yang ditekankan oleh penulis.
<KBD>, dugunakan untuk menandai suatu teks yang harus dimasukkan oleh user melalui keyboard.
<SAMP>, digunakan untuk menandai suatu teks yang dimaksudkan sebagai contoh.
<STRONG>, digunakan untuk menandai bagian yang terpenting dari suatu teks.
<VAR>, digunakan untuk menampilkan nama variabel.
<DFN>, digunakan untuk menandai sebuah subdefinisidari daftar definisi. Semua tag tersebut memerlukan tag penutupnya masing-masing.

Physical Format
Physical format adalah format terhadap fisik suatu font. Tag-tag yang termasuk physical format adalah sebagai berikut :
<B>, untuk menampilkan huruf tebal.
<I>, untuk menampilkan huruf miring.
<U>, untuk menampilkan garis bawah pada teks.
<TT>, untuk menampilkan huruf seperti huruf mesin ketik.
<STRIKE>, untuk menampilkan garis horizontal pada bagian tengah huruf.
<BIG>, untuk menampilkan ukuran huruf yang lebih besar.
<SMALL>, untuk menampilkan ukuran huruf yang lebih kecil.
<SUB>, untuk menampilkan subscript.
<SUP>, untuk menampilkan superscript.
Semua tag-tag tersebut memerlukan penutupnya masing-masing.



Tag <FONT>
Digunakan untuk mengatur jenis, ukuran dan warna font
Contoh :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Memformat Font </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<PRE>
<FONT FACE=”Arial” SIZE=1 COLOR=#FF0080>
Jenis font ini adalah Arial,berwarna biru,ukurannya 1
</FONT>
<FONT FACE=”Monotype Corsiva” SIZE=5 COLOR=BLUE>
Jenis font ini adalah Arial,berwarna biru,ukurannya 5
</FONT>
</BODY>
</HTML>




FORMAT DOKUMEN
Dokumen HTML akan menarik bila ditambah gambar. Format gambar yang dapat ditampilkan :
GIF, JPEG, PCX, PNG, WMF, dll. Format gambar yang dikenal oleh hampir semua browser adalah GIF dan JPEG.
Untuk menambah gambar digunakan tag <IMG>.
Tag <IMG> mempunyai atribut :

Contoh :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Menambah Gambar </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<IMG SRC=”c:\windows\bubbles.bmp” ALT=”Gambar Gelembung” ALIGN=Middle>
Gambar ini terdapat pada windows 98 secara default, anda boleh menggantinya.
</BODY>
</HTML>




MENGGUNAKAN LINK
Link merupakan suatu gambar atau teks yang terkait dengan suatu alamat tertentu. Jika Link diklik maka dokumen HTML akan menuju ke alamat tersebut. Ditandai dengan Anchor, yaitu tag <A>.
Tag <A> mempunyai dua atribut, yaitu HREF dan NAME. Atribut HREF digunakan jika sebuah anchor akan digunakan sebagai link, sedangkan atribut NAME digunakan jika anchor akan digunakan sebagai tujuan.



Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Penggunaan Link </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<A HREF=”http://www.yahoo.com”> klik disini </A> untuk menuju situs yahoo.com. <BR>
atau dapat juga mengklik gambar ini :
<A HREF=”http://www.yahoo.com”>
<IMG SRC=”c:\windows\tintin.jpg” ALT=”www.yahoo.com”></A>
<BR><BR>
</BODY>
</HTML>

MENGGUNAKAN TABEL
HTML menyediakan tag-tag untuk membuat sebuah tabel, yaitu :
Tag <TABLE> : untuk mendefinisikan sebuah tebel
Tag <TR> : untuk mendefinisikan baris tabel
Tag <TH> : untuk mendefinisikan judul tiap kolom atau baris
Tag <TD> : untuk mendefinisikan isi tiap kolom




















Contoh :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Menggunakan Tabel </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER>
<TR>
<TH> Kolom 1 </TH>
<TH> Kolom 2 </TH>
<TH> Kolom 3 </TH>
</TR>
<TR>
<TD> Baris 1 kolom 1 </TD>
<TD> Baris 1 kolom 2 </TD>
<TD> Baris 1 kolom 3 </TD>
</TR>
<TR>
<TD> Baris 2 kolom 1 </TD>
<TD> Baris 2 kolom 2 </TD>
<TD> Baris 2 kolom 3 </TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>


Atribut untuk tag <TABLE> adalah sebagai berikut :




Sedangkan atribut tag <TD> adalah :

Belum ada komentar untuk "KOMPUTER"